Bagi sebagian orang, umroh pertama kali bukan hanya tentang perjalanan ke Tanah Suci, tetapi juga tentang memahami bagaimana rangkaian ibadahnya dilakukan. Wajar jika calon jamaah memiliki banyak pertanyaan seperti “kapan mulai mengenakan ihram?”, “apa yang dilakukan setelah tiba di Makkah?”,”bagaimana urutan thawaf, sa’i?”, apa itu miqat?”.
Memahami gambaran besarnya sejak awal dapat membantu jamaah mengikuti proses ibadah dengan lebih tenang dan tidak merasa asing ketika tiba di Tanah Suci.
Baca lebih lengkap lagi artikel seputar barang bawaah
Artikel ini membahas alur umum pelaksanaan umroh, mulai dari persiapan menuju miqat hingga selesainya rangkaian ibadah umroh. Catatan: Pelaksanaan teknis perjalanan dapat berbeda tergantung rute penerbangan, program perjalanan, kondisi jamaah, serta arahan pembimbing ibadah. Untuk ketentuan manasik yang bersifat fikih, jamaah sebaiknya mengikuti bimbingan pembimbing/manasik dari penyelenggara.
Apa itu Umroh?
Umroh adalah ibadah yang dilaksanakan di Masjidil Haram, Makkah, dengan rangkaian utama berupa ihram, thawaf, sa’i, dan tahallul, serta dilakukan secara tertib.
Berbeda dengan haji yang memiliki waktu pelaksanaan tertentu, umroh pada dasarnya dapat dilakukan sepanjang tahun, dengan beberapa ketentuan waktu tertentu yang perlu diperhatikan.
Bagi jamaah yang baru pertama kali berangkat, istilah seperti miqat, ihram. thawwaf, sa’i dan tahallul mungkin masih terdengar asing. Karna itu, memahami urutannya menjadi bagian penting persiapan ibadah.
Bagaimana Alur Umroh dari Awal sampai Selesai?
Secara sederhana, alur ibadah umroh dapat dipahami melalui beberapa tahap:
Miqat → Ihram dan niat → Perjalanan menuju Masjidil Haram → Thawaf → Sa’i → Tahallul → Selesai
Berikut penjelasan masing-masing tahap.
1. Menuju Miqat
Salah satu istilah yang perlu diketahui jamaah sebelum berangkat adalah miqat.
Miqat merupakan batas yang telah ditetapkan sebagai tempat atau waktu untuk memulai ihram. Jamaah yang akan melaksanakan umroh perlu memperhatikan miqat sesuai dengan rute perjalanan yang ditempuh.
Karena itu, jamaah tidak sebaiknya menunggu sampai tiba di Makkah untuk mulai memikirkan ihram. Penentuan miqat perlu dipahami sejak perjalanan menuju Tanah Suci.
Lokasi miqat dapat berbeda berdasarkan arah kedatangan jamaah. Dalam panduan Kemenag, jamaah yang datang dari arah Madinah dapat mengambil miqat di Zulhulaifah atau Bir Ali, sedangkan jamaah yang melakukan perjalanan melalui udara perlu memperhatikan posisi pesawat terhadap miqat sesuai arahan pembimbing.
2. Ihram dan Niat Umroh
Setelah sampai di miqat, jamaah memasuki keadaan ihram dan berniat melaksanakan umroh.
Ihram bukan sekadar pakaian. Ihram berkaitan dengan keadaan seseorang setelah berniat memasuki ibadah haji atau umroh, sehingga jamaah juga perlu memperhatikan berbagai larangan ihram selama berada dalam keadaan tersebut.
Pada tahap ini, jamaah sebaiknya sudah memahami tata cara ihram dan larangannya melalui bimbingan manasik sebelum keberangkatan.
3. Menuju Makkah dan Masjidil Haram
Setelah mengambil miqat dan berniat, perjalanan dilanjutkan menuju Makkah. Setibanya di kawasan Makkah, jamaah kemudian menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan rangkaian ibadah umroh.
Dalam praktiknya, waktu menuju Masjidil Haram dapat berbeda-beda. Jamaah mungkin perlu terlebih dahulu menuju hotel, mengatur barang, beristirahat, atau mengikuti arahan rombongan sebelum memulai ibadah. Karena itu, jangan membayangkan perjalanan umroh sebagai satu rangkaian yang selalu berlangsung dengan durasi yang sama. Kondisi perjalanan setiap rombongan dapat berbeda.
4. Melaksanakan Thawaf
Thawaf merupakan salah satu rukun umroh. Jamaah melakukan thawaf dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran, sesuai tuntunan manasik yang diberikan.
Bagi jamaah yang baru pertama kali melakukan thawaf, suasana Masjidil Haram mungkin terasa sangat berbeda dibandingkan dengan apa yang selama ini dilihat melalui foto atau video.
Karena itu, selain mengetahui tata caranya, jamaah juga perlu memahami bahwa kondisi di lapangan bisa ramai dan pergerakan jamaah dapat berlangsung sangat dinamis.
5. Melaksanakan Sa'i
Setelah menyelesaikan thawaf, rangkaian umroh dilanjutkan dengan sa’i.
Sa’i dilakukan dengan berjalan antara Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali perjalanan, sesuai ketentuan manasik. Sa’i mengingatkan kita pada kisah perjuangan Siti Hajar ketika mencari air untuk Nabi Ismail AS. Bagi jamaah pertama kali, memahami makna dan alur sa’i sebelum berangkat dapat membuat pelaksanaannya terasa lebih mudah diikuti.
6. Tahallul
Setelah menyelesaikan sa’i, rangkaian umroh dilanjutkan dengan tahallul.
Tahallul dilakukan dengan mencukur atau memotong rambut sesuai ketentuan yang berlaku dalam manasik umroh. Tahap ini menjadi bagian penting dari rangkaian umroh. Setelah seluruh rukun umroh telah diselesaikan secara tertib sesuai tuntunan, jamaah menyelesaikan ibadah umrohnya. Kementerian Agama juga menjelaskan rangkaian umroh melalui ihram, thawaf, sa’i, tahallul, dan tertib.
Apa yang Dilakukan Setelah Umroh Selesai?
Selesainya rangkaian umroh bukan berarti perjalanan jamaah langsung berakhir.
Setelah menyelesaikan ibadah, jamaah biasanya kembali ke hotel untuk beristirahat dan mengikuti program perjalanan yang telah disusun. Dalam perjalanan umroh, jamaah dapat memiliki agenda lain seperti:
- memperbanyak ibadah di Masjidil Haram;
- mengikuti kajian atau bimbingan;
- berziarah sesuai program perjalanan;
- melakukan perjalanan menuju Madinah jika termasuk dalam paket;
- melaksanakan ibadah di Masjid Nabawi;
- mengikuti agenda rombongan lainnya.
Agenda tersebut bukan bagian dari rukun umroh, melainkan bagian dari perjalanan jamaah selama berada di Tanah Suci. Ini penting dipahami agar jamaah tidak mencampuradukkan antara rangkaian wajib/rukun ibadah umroh dengan agenda perjalanan.
Apakah Umroh Pertama Kali Harus Didampingi Pembimbing?
Bagi jamaah yang baru pertama kali melaksanakan umroh, bimbingan manasik dapat membantu memahami alur ibadah dan berbagai hal teknis selama perjalanan.
Manasik umumnya membahas konsep dasar umroh, termasuk syarat, rukun, wajib umroh, serta larangan selama ihram. Kementerian Agama menjelaskan bahwa bimbingan manasik ditujukan untuk membekali jamaah agar memahami alur dan tata cara ibadah sebelum berada di Tanah Suci.
Namun, jamaah tetap perlu mempelajari dasar-dasar ibadah secara pribadi dan tidak hanya mengandalkan orang lain.
FAQ Umroh Pertama Kali
1. Apa saja urutan ibadah umroh?
Secara umum, rangkaian ibadah umroh meliputi ihram dan niat dari miqat, thawaf, sa’i, tahallul, dan tertib.
2. Apa itu miqat dalam umroh?
Miqat adalah batas tempat atau waktu yang telah ditetapkan untuk memulai ihram dalam ibadah haji atau umroh. Lokasinya dapat berbeda sesuai arah kedatangan jamaah.
3. Apakah umroh bisa dilakukan kapan saja?
Umroh pada dasarnya dapat dilakukan sepanjang tahun. Namun, terdapat waktu-waktu tertentu yang memiliki ketentuan khusus sehingga jamaah tetap perlu mengikuti panduan manasik.
4. Berapa kali thawaf saat umroh?
Thawaf umroh dilakukan sebanyak tujuh putaran mengelilingi Ka’bah.
