Beribadah di Tanah Suci merupakan impian bagi setiap muslim. Selain melaksanakan rangkaian ibadah umroh maupun haji, banyak jamaah memanfaatkan rangkaian ibadah umroh maupun haji, banyak jamaah memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperbanyak doa kepada Allah SWT. Salah satu tempat yang paling sering menjadi tujuan jamaah untuk berdoa adalah Multazam, yaitu bagian Ka’bah yang memiliki keutamaan tersendiri.
Tidak sedikit jamaah yang berharap dapat memanjatkan doa di Multazam karena diyakini sebagai salah satu tempat yang mulia untuk bermunahajat kepada Allah SWT. Namun, penting untuk dipahami bahwa keutamaan sebuah tempat tidak menghilangkan kewajiban seorang muslim untuk tetap menjaga adab, menghormati jamaah lain, dan beribadah dengan penuh ketulusan.
Selain Multazam, Makkah juga memiliki beberapa tempat yang dikenal memiliki keutamaan untuk memperbanyak doa. Dengan memahami adab berdoa dan mengetahui lokasi-lokasi tersebut, jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang, khusyuk, dan sesuai tuntunan syariat.
Artikel ini akan membahas secara lengkat mengenai pengertian Multazam, adab berdoa di sana, tempat-tempat mustajab di Makkah, hingga beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari oleh jamaah.
Apa itu Multazam?
Multazam adalah bagian dinding Ka’bah yang terletak di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Area ini memiliki panjang sekitar dua meter dan menjadi salah satu lokasi yang sering didatangi jamaah untuk berdoa setelah menyelesaikan tawaf.
Secara bahasa, kata Multazam berasal dari bahasa Arab yang berarti tempat melekat atau tempat berpegang erat. Hal ini merujuk pada kebiasaan sebagian jamaah yang menempelkan dada, pipi, dan keduan tangan ke dinding Ka’bah sambil memanjatkan doa kepada Allah SWT.
Meskipun demikian, perlu dipahami bahwa menyentuh atau menempelkan badan ke Multazam bukan merupakan rukun maupun wajib dalam ibadah umroh dan haji. Jamaah yang tidak memiliki kesempatan untuk mendekati Multazam tetap dapat melaksanakan ibadah dengan sempurna tanpa mengurangi pahala umroh atau hajinya.
Keutamaan Berdoa di Multazam
Dalam berbagai riwayat disebut bahwa Multazam merupakan salah satu tempat yang memiliki keutamaan untuk berdoa. Banyak ulama menjelaskan bahwa para sahabat dan generasi salaf mamanfaatkan kesempatan berada di Multazam untuk memohon berbagai kebaikan kepada Allah SWT.
Namun, penting untuk bersikap bijaksana dalam memahami keutamaan tersebut. Tidak ada jaminan bahwa doa seseorang pasti dikabulkan hanya karena dilakukan di Multazam. Allah SWT mengabulkan doa sesuai dengan hikmah, waktu, dan kehendaknya.
Karena itu, seorang muslim hendaknya menjadikan Multazam sebagai salah satu kesempatan untuk memperbanyak doa, bukan sebagai satu-satunya tempat yang dianggap dapat mengabulkan seluruh permohonannya.
Adab berdoa di Multazam
Agar ibadah semakin bernilai di sisi Allah SWT, setiap jamaah hendaknya memperhatikan adab ketika berada di Multazam. Berikut beberapa adab yang dianjurkan.
1. Meluruskan Niat karena Allah SWT
Segala bentuk ibadah harus diawali dengan niat yang ikhlas. Berdoa di Multazam hendaknya dilakukan semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, bukan karena ingin dipuji atau mengikuti kebiasaan orang lain.
Keikhlasan merupakan kunci diterimanya amal ibadah. Oleh karena itu, sebelum memanjatkan doa, luruskan niat bahwa seluruh harapan hanya ditujukan kepada Allah SWT.
